4 Agustus 2014

Damien : Omen II (1978)

Karakter Damien yang Lebih Berpower dari Sebelumnya
<img src="Damien : Omen II.jpg" alt="Damien : Omen II Cover">
Skor       :  8.0 / 10                                       
Damien: Omen II (1978) on IMDb 
Baru saja beberapa hari yang lalu, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Fitri. Jadi, sebelumnya perkenankan saya mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Sudah menjadi tradisi, lebaran di Indonesia di isi dengan libur yang panjang. Semua instansi pelayanan publik hampir semuanya tutup dan memberikan kesempatan pada para pekerja untuk libur dan mudik ke kampung halaman. Demikian juga di tempat saya bekerja, saya mendapat libur selama 1 minggu. Tapi seperti yang sudah-sudah, hampir sebagian besar waktu libur lebaran hanya saya habiskan di rumah. Maklum, pembantu sedang mudik plus seekor anjing peliharaan saya yang tidak mungkin saya titipkan. Koq malah jadi curhat? Hehehe.. Oke langsung saja, saya akan membagi satu film horor yang menemani saya menghabiskan waktu libur lebaran kemarin, Damien (Omen II).


Bagi yang sudah menonton The Omen (Omen I), pastinya sudah tidak asing dengan nama Damien. Yaa, Damien adalah tokoh sentral dalam Omen I, sedangkan Omen II adalah sekuel dari Omen I. Jadi, ceritanya masih melanjutkan cerita sebelumnya. Bagi yang belum pernah menonton Omen I, memang tidak cukup sulit untuk mengerti Omen II, tapi akan lebih enak jika menonton Omen I lebih dulu. Review film Omen I dapat dibaca di link berikut : http://www.reviewcinema.com/2014/07/The-Omen-1976.html.

Di Omen II, film masih bercerita tentang Damien, seorang anak Iblis (Anti Kristus) yang dilahirkan dari seekor serigala dan memiliki tanda kelahiran 666 di kepalanya (seperti yang tertulis di dalam kitab Wahyu). Sejak lahir, Damien sudah memiliki sekutu, mulai dari anjing, burung gagak hingga manusia pengikut Iblis yang selalu melindunginya. Tidak dijelaskan secara pasti dari mana asal mereka, namun mereka sangat setia kepada Damien. Mereka akan melakukan apa saja, termasuk membunuh semua yang membahayakan Damien. Dan itu masih berlanjut di sekuel ke II. Tapi, untuk kali ini intensitas pembunuhan terjadi lebih sering, lebih sadis dan lebih mengerikan.


<img src="Damien : Omen II.jpg" alt="Damien : Omen II Salah satu adegan sadis dalam Omen II">
Salah satu adegan sadis dalam Omen II

Jika sebelumnya, Damien kecil tampil dengan wajah imut dan tidak berdosa, kali ini Damien digambarkan sudah tumbuh menjadi seorang remaja yang cukup tampan, sangat cerdas dan akan masuk sekolah militer. Sebetulnya kurang tepat juga kalau menyebut Damien cerdas, karena kecerdasan itu datang dari kekuatan iblis yang membuat Damien mengetahui segalanya. Jonathan Scott-Taylor di dapuk untuk memerankan Damien, sangat cocok karena sorot matanya yang sayu tapi dalam beberapa adegan terlihat begitu tajam dan sinis.

Hingga di sekuel yang ke II, keunggulan The Omen di dalam menggunakan musik pengiring di dalam filmnya masih sangat kentara. Bukan sekedar musik biasa, tepatnya lagu yang dinyanyikan sekelompok paduan suara sehingga terdengar merdu dan megah dengan harmonisasi yang naik turun secara cepat. Tidak sekedar ditempel ala kadarnya, tapi muncul di waktu-waktu yang tepat sehingga mampu menambah ketegangan dan kesan dark.


<img src="Damien : Omen II.jpg" alt="Damien : Omen Damien">
Damien

Kompleksitas Omen kali ini juga lebih dari sebelumnya karena karakter yang terlibat lebih banyak, konflik yang terjadi juga tidak sesederhana sebelumnya. Seperti urusan bisnis keluarga Thorn dan hubungan persaudaraan antara Damien dan Mark Thorn (anak kandung keluarga Richard Thorn, adik ayah Damien yang sudah meninggal di Omen I). Selain itu, usia Damien yang jauh lebih matang dan mulai menyadari akan adanya kekuatan luar biasa dalam dirinya membuat film ini layak disejajarkan dengan yang pertama. Saya paling menyukai ketika melihat adegan pertentangan batin dalam diri Damien dan percakapan yang terjadi di antara Damien dan Mark menyangkut identitas Damien sebenarnya. Satu yang pasti, di sekuel kali ini karakter Damien lebih mendominasi dan lebih memiliki power dari sebelumnya.  



AWAS SPOILER!!! 
(Jangan membaca yang ada di bawah ini, jika Anda belum menonton film ini karena dapat mengurangi kenikmatan Anda dalam menonton film)


Setelah Robert dan Katherine terbunuh (Omen I) karena kekuatan jahat Damien, seorang pengusir setan bernama Carl Bugenhagen yang telah membongkar identitas Damien kepada Robert, pergi menemui sahabatnya, Michael Morgan. Bugenhagen menemui Michael Morgan sambil membawa kotak berisi berita dan artikel yang memuat tentang keluarga Robert Thorn. Di dalamnya juga terdapat belati yang pernah ia berikan kepada Robert untuk membunuh Damien. Bugenhagen meminta Morgan untuk menemui keluarga Richard Torn (adik Robert) yang saat ini mengasuh Damien. Bugenhagen meminta Morgan untuk memberikan kotak itu kepada Richard agar segera membunuh Damien. 


<img src="Damien : Omen II.jpg" alt="Damien : Omen II Kotak milik Bugenhagen">
Kotak milik Bugenhagen

Awalnya, Morgan menolak permintaan Bugenhagen, tapi setelah Bugenhagen mengajak Morgan pergi ke tembok Yigael dan melihat wajah Damien terlukis pada tembok Yigael sebagai sosok keturunan Antikristus, Morgan bersedia. Tapi sayang, tembok Yigael tiba-tiba runtuh dan menewaskan keduanya, termasuk kotak Bugenhagen, juga ikut terkubur dalam reruntuhan. Sekali lagi, kekuatan jahat berhasil mencegah terbongkarnya alasan Robert ingin membunuh Damien


<img src="Damien : Omen II.jpg" alt="Damien : Omen II Damien di tembok Yigael">
Damien di tembok Yigael

Chicago, setelah 7 tahun berlalu, Damien tumbuh menjadi seorang remaja dan akan masuk sekolah militer bersama sepupunya, Mark Thorn. Damien tinggal bersama keluarga Richard yang memiliki usaha pestisida. Setelah kematian Robert, salah satu pemegang saham museum keluarga Thorn, Bibi Marion ingin memberi semua sahamnya kepada Richard dengan syarat. Bibi Marion ingin Mark dan Damien keluar dari sekolah militer. Ia juga meminta Richard untuk memisahkan Mark dari Damien karena ia merasa Damien dapat membawa pengaruh buruk untuk Mark. Kecurigaan Bibi Marion itu didasarkan pada tanda tanya besar akan alasan mengapa Robert sampai ingin membunuh Damien. Richard dan istrinya, Ann, tentu saja tidak setuju. Mereka menganggap Robert dan Katherine gila hingga ingin membunuh Damien. Tapi sebelum niatnya terlaksana, kekuatan jahat hadir dalam seekor burung gagak dan mengganggu Bibi Marion hingga tewas seperti terkena serangan jantung.

Damien dan Mark akhirnya masuk sekolah militer. Prestasi akademik Damien sangat memuaskan. Di kelas sejarah, Damien bahkan mampu menjawab semua pertanyaan gurunya, sangat ganjil memang karena Damien dapat mengingat semua tahun peristiwa bersejarah dunia. Seorang pengawas militer yang ternyata adalah sekutu Damien mencoba memperingatkan Damien untuk tidak terlalu tampak mencolok dan mengundang perhatian. Ketika itu, Damien tidak mengerti maksud dari perkataan pengawas itu. Ia juga belum mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Tapi, setelah mengalami beberapa peristiwa aneh, Damien mulai merasa ada yang tidak wajar di dalam dirinya. Dan setelah ia mengetahui siapa dirinya sebenarnya dari Kitab Suci (di dalam Kitab Wahyu), Damien mulai menerima dan bahkan ia tidak segan lagi menggunakan kekuatannya untuk melawan siapa saja yang ingin menyingkirkannya.


<img src="Damien : Omen II.jpg" alt="Damien : Omen II Damien ketika mengetahui jati dirinya dari Kitab Wahyu">
Damien ketika mengetahui jati dirinya dari Kitab Wahyu

Sementara itu, penggalian arkeologi di daerah reruntuhan tembok Yigael yang dilakukan oleh museum Thorn, mengundang ketertarikan seorang jurnalis wanita bernama Joan Hart yang tidak lain adalah rekan dari fotografer yang tewas di Omen I. Joan meyakini kerangka yang ditemukan tim arkeologi adalah milik Bugenhagen. Ia kemudian menemui Richard untuk melakukan interview dan berusaha mengingatkan Richard kalau keluarganya dalam bahaya besar karena keberadaan Damien. Sekali lagi Richard tidak percaya.

Satu demi satu orang-orang yang berusaha membongkar identitas Damien, terbunuh dengan cara yang mengerikan. Hingga akhirnya sebuah tragedi gas beracun terjadi dalam perusahaan dan membuat Richard mulai mencurigai Damien. Richard mulai percaya tentang identitas Damien setelah melihat sendiri lukisan dari tembok Yigael.

4 komentar:

  1. Makin seru nih, lanjutan ceritanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloo terima kasih sudah berkunjung di Review Cinema :)
      Iya betul sist, seri The Omen adalah salah satu film horor klasik yang legend, ada juga seri ke 3'nya yang juga bisa dibaca di blog ini

      Hapus
  2. ah seru pembunuhan pembunuhannya. saya beribu sayang di film ketiga c'damin matinya mudah masa d tusuk doang jadi kesannya kurang greget eung...
    oh ya di film ketiga yang jadi c'damin san neil tokoh yang main di trilogi jurassic park

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh yaa baru nyadar saya kalau Sam Neill juga main di Jurassic Park. Thx infonya :)

      Hapus