11 Januari 2017

American History X (1998)

Baik Buruknya Moral Seseorang Tidak Ditentukan dari Warna Kulit, Agama, Suku dan Ras
American History X Cover
Skor       :  9.0 / 10
American History X (1998) on IMDb 
Hai Hai Hai... ☺☺ ketemu lagi di posting'an film blog saya. Kali ini saya mau membagi sebuah film yang cocok sekali ditonton di situasi seperti sekarang ini, saat konflik agama dan ras sedang ramai-ramainya terjadi di negara kita ini. Entah hanya kebetulan belaka atau ada campur tangan Tuhan (bisa jadi), saya mendapat rekomendasi American History X (AHX) dari seorang rekan yang memiliki selera film yang OKE. Semua film rekom'nya bagus, dengan ciri khas plot cerita yang sederhana, simple, mudah dipahami, menyentuh dan membekas di benak penonton. Begitu juga dengan AHX. AHX mengisahkan tentang Derek Vinyard (Edward Norton) remaja penganut ideologi Neo-Nazisme. Ideologi Neo-Nazisme ini adalah suatu paham yang ingin menghidupkan kembali Nazisme setelah Perang Dunia ke II. Biasanya penganutnya adalah pengagum dan setia kepada Adolf Hitler, pembenci (catat ya !! pembenci) kelompok ras agama tertentu dan memakai atribut berlambang Nazi. Demikian juga Derek, kematian sang Ayah ketika bertugas memadamkan kebakaran di daerah pemukiman Kulit Hitam (Negro) membuat Derek terpukul dan mulai membenci Negro.

Kondisi Derek yang penuh kebencian inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh residivis sekaligus koordinator organisasi Neo-Nazisme, Cameron Alexander (Stacy Keach). Cameron sengaja mendekati remaja dengan konflik keluarga, mencuci otak mereka dan mengajak mereka ikut bergabung ke dalam organisasinya. Mereka sangat membenci penduduk asing (pendatang), mereka juga tidak segan melakukan perusakan tempat-tempat umum yang dinilai mewakili para pendatang. Cameron merekrut Derek dan mengangkatnya menjadi pentolan organisasi yang sangat disegani.

Kamar Derek yang dipenuhi atribut Nazi
Kamar Derek yang dipenuhi atribut Nazi

Puncak'nya pada suatu malam ketika Danny Vinyard (Edward Furlong), adik Derek menangkap basah beberapa Negro hendak membalas dendam kepada Derek setelah kalah dalam pertandingan basket untuk memperebutkan lapangan basket melawan Derek dkk. Mereka hendak merusak dan mencuri mobil Derek. Derek menembak dan bahkan sempat menganiaya salah seorang dari mereka sebelum membunuhnya. Adegan penganiayaan yang pas ini nih, termasuk adegan yang bikin ngilu daerah mulut, gigi dan sekitarnya (gigi vs trotoar). Polisi kemudian menangkap dan menjebloskan Derek ke penjara.

Adegan paling ngilu di American History X
Adegan paling ngilu di American History X

Beberapa tahun setelahnya, Derek dinyatakan bebas. Derek kemudian pulang dan berkumpul kembali bersama Ibu dan kedua adiknya, tapi kali ini semuanya sudah berubah. Derek sudah menjadi orang yang baru, sementara sang adik Danny malah berubah menjadi sama seperti dirinya saat belum masuk ke penjara. Apa yang membuat Derek berubah? Bagaimana Derek akhirnya dapat melepaskan diri dari jerat Cameron?

AHX memiliki cerita yang simple dan mudah dimengerti, meskipun alur ceritanya bergerak maju dan mundur secara bergantian. Di menit-menit awal sedikit terasa membosankan, namun ketika Derek mulai bercerita tentang kehidupan'nya selama di penjara, sungguh itu adalah bagian terbaik dari film ini sekaligus membuat penonton nyinyir ikut merasakan tragisnya Derek selama di penjara. Biyuuuhhh, sakno Derek, temen sakno. Sekelumit dialog yang terjadi antara Derek dan Sweeney (seorang staf pengajar di sekolah Derek) juga sangat membekas, begitu juga dengan monolog Danny saat film hampir berakhir.

Saya bukan penggemar Edward Norton, tapi jujur saya akui Norton bermain dengan sangat bagus di film ini. Sorot mata si pembenci berhasil ditampilkan dengan sangat total oleh Norton pada karakter Derek. Simak saja ketika Derek ditangkap dengan senyum penuh kebanggaan dan tatapan penuh kebencian setelah membunuh Negro. Tapi meskipun demikian, semuanya disampaikan Norton dengan pas dan tidak terlalu berlebihan. Di film ini, Norton juga tampil dengan tubuh yang sangat proporsional dan berotot di sana sini ala-ala keluaran tempat fitnes yang katanya (sekali lagi katanya) sangar. Bagi penggemar Norton atau pemuja tubuh berotot pasti akan terkesima dengan penampilan Norton. Kalau saya bukan pemuja jadi biasa saja hehehe.. Monggo diamati gambar body berotot'nya Norton di bawah ini....

Edward Norton sebagai Derek Vineyard
Edward Norton sebagai Derek Vineyard

Akhir kata, dari AHX kita jadi tahu sampai sejauh mana sih manusia itu bisa menjadi seorang pembenci. Kebencian yang terus-menerus ditimbun pada akhirnya akan memuncak dan berakhir dengan dendam. Apakah dengan kebencian itu, membuat hidup menjadi lebih baik? Ya, jika memang itu adalah benar, tapi jika tidak maka itu adalah salah. Hidup terlalu singkat untuk diisi dengan amarah dan itu tidak sebanding nilainya. Adalah sesuatu yang salah dan bodoh jika baik buruknya moral seseorang ditentukan dari warna kulit, agama, suku dan ras. Jika salah seorang dari suku/agama/ras tertentu itu sampah, bukan berarti semuanya juga sampah, jangan menyama ratakan.

Rugi kalau nggak nonton!!!

1 komentar: